Industri data center memerlukan langkah strategi untuk mengatasi ketersediaan talenta di bidang data center. IDPRO, Nusantara Academy, dan Pemerintah telah bekerjasama untuk menjawab tantangan kebutuhan talenta data center di Indonesia.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Agus Hartono Wijaya selaku President Director & CEO BDx Indonesia sebagai moderator dan panelis kami (Hendra Suryakusuma, Prof. Kalamullah Ramli, Sean Chen, dan Bambang Dwi Anggono atas dedikasi yang luar biasa dalam menghadirkan diskusi panel yang interaktif pada acara Nusantara Data Center & Cloud Summit 2023.

Beberapa poin yang didiskusikan mengenai tantangan talenta data center di Indonesia yaitu:

1. Bapak Hendra Suryakusuma (Chairman of IDPRO)

Menyampaikan bahwa tantangan terbesar data center yaitu industrinya tumbuh begitu cepat tetapi sumber daya manusianya belum mencukupi serta peta okupasi dan kompetensinya belum dibentuk secara sistematis dan terstruktur. Salah satu strategi naratif yang dilakukan IDPRO yaitu membuat peta kurikulum yang lebih kuat bersama Nusantara Data Center Academy, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan membuat kurikulum yang spesifik.

2. Kalamullah Ramli (Professor of Computer Engineering, University of Indonesia)

Menyampaikan bahwa saat ini kebutuhan talenta di Indonesia untuk bidang TIK itu 9.000.000 talenta yang harus dicapai dalam 15 tahun mulai dari 2020 yang berarti per tahun dibutuhkan sebanyak 600.000 talenta. Jika industri data center membutuhkan 1% saja berarti dalam 1 bulan dibutuhkan 500 talenta yang bersertifikasi.

Prof. Kalamullah Ramli juga berharap tenaga pengajar nantinya datang dari sektor industri agar pembelajaran yang tercipta bisa cocok dengan kebutuhan industri. Serta diperlukan kerjasama dari perguruan tinggi untuk mempercepat penyediaan kebutuhan talenta tersebut.

3. Bapak Sean Chen (Director & Co-Founder of WeNetwork)

Menyampaikan kebutuhan talenta dapat dicari dari industri yang memiliki niche yang sama seperti industri Oil & Gas dan Mining. Meningkatnya tren industri data center juga menarik talenta yang ada di industri lain untuk berpindah ke industri data center. Bapak Sean Chen juga menekankan bahwa kandidat perlu untuk mengambil sertifikasi yang relevan agar mendapatkan kesempatan yang lebih besar.

5. Bapak Bambang Dwi Anggono (Director of Government Information Application Services, Ministry of Communications and Informatics Republic of Indonesia)

Menyampaikan bahwa dalam perkembangan digitalisasi di Indonesia, transformasi digital yang basicnya data center, memiliki efek domino yang luar biasa. Potensinya sangat besar, bisnis data center memiliki nilai tambah yang luar biasa dan memiliki nilai pembangunan yang signifikan. Untuk memenuhi kebutuhan talenta, Bapak Bambang berpendapat bahwa kurikulum harus mulai ditumbuhkan di kampus atau lembaga pendamping kampus yang menyediakan sertifikasi profesional seperti yang dilakukan oleh Nusantara Data Center Academy.

Bapak Bambang juga menekankan bahwa selain kemampuan data center, para talenta juga perlu didorong agar dapat memiliki mental internasional agar talenta bisa berkancah di ranah global.

 

Tantangan dan Solusi Penyediaan Talenta di Industri Data Center Indonesia

Tantangan yang terjadi di Industri data center yaitu industrinya tumbuh begitu cepat tetapi sumber daya manusianya belum mencukupi serta peta okupasi dan kompetensinya belum dibentuk secara sistematis dan terstruktur. Saat ini kebutuhan talenta di Indonesia untuk bidang TIK itu 9.000.000 talenta yang harus dicapai dalam 15 tahun mulai dari 2020 yang berarti per tahun dibutuhkan sebanyak 600.000 talenta. Jika industri data center membutuhkan 1% saja berarti dalam 1 bulan dibutuhkan 500 talenta yang bersertifikasi.

Beberapa solusi yang dapat dilakukan diantaranya:

  1. IDPRO bersama Nusantara Data Center Academy, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan Dirjen Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan membuat peta kurikulum yang lebih kuat dan spesifik.
  2. Tenaga pengajar diharapkan datang dari sektor industri agar pembelajaran yang tercipta bisa cocok dengan kebutuhan industri. Serta diperlukan kerjasama dari perguruan tinggi untuk mempercepat penyediaan kebutuhan talenta tersebut.
  3. Kebutuhan talenta juga dapat dicari dari industri yang memiliki niche yang sama seperti industri Oil & Gas dan Mining. Meningkatnya tren industri data center juga menarik talenta yang ada di industri lain untuk berpindah ke industri data center. Kandidat juga perlu untuk mengambil sertifikasi yang relevan agar mendapatkan kesempatan yang lebih besar.
  4. Kurikulum harus mulai ditumbuhkan di kampus atau lembaga pendamping kampus yang menyediakan sertifikasi profesional seperti yang dilakukan oleh Nusantara Data Center Academy.
  5. Para talenta juga perlu didorong agar dapat memiliki mental internasional agar talenta bisa berkancah di ranah global.

Semoga kedepannya, bersama-sama kita dapat menumbuhkan talenta data center yang andal untuk mencegah terjadinya kelangkaan talenta di data center.

Share This